krisis global 2012,BI2 SOFTSKILL 2011

KRISIS GLOBAL 2012
pada tahun 2012 akan terjadi krisis global yang merupakan
krisis 15 tahunan akibat banyaknya modal asing yang masuk ke negara berkembang salah satunya Indonesia harus mewaspadai siklus krisis 15 tahunan.
Berdasarkan data yang diperoleh, ada kencenderungan siklus krisis global setiap 15 tahun karena besarnya capital inflow yang masuk pada negara-negara berkembang. krisis pertama kali terjadi pada 1982 akibat capital inflow yang terjadi selama periode enam tahun (1975-1981). Sedangkan krisis kedua terjadi di Asia pada 1997, dengan capital inflow yang juga terjadi selama periode enam tahun (1990-1996).
Lalu bagaimana mengolah arus modal masuk? Yaitu melalui cara :
• Menumpuk cadangan devisa dan memperkuat nilai tukar
Oleh karena itu jika melihat data tersebut, dikhawatirkan akan adanya krisis global di 2012.Mengingat arus modal asing tersebut sudah mulai masuk sejak 2003. Diperkirakan jika circle (sirkulasi krisis) ini terjadi setiap 15 tahun, dengan tujuh tahun yang subur (banyak capital inflow yang masuk), masa krisis, kemudian tujuh tahun masa pemulihan,”. Dengan demikian, diperlukan kewaspadaan untuk menghadapi krisis tersebut.
Krisis ekonomi 2012 ini sangat menarik untuk disimak. Setidaknya kita coba untuk mempelajari mengapa capital inflow bias menjadi pemicu?
Capital inflow adalah aliran modal asing ke dalam negeri, atau sering disebut dengan istilah capital import. Besarnya capital inflow ini merupakan salah satu penyebab terjadinya surplus pada neraca pembayaran dari Negara.Ketertarikan orang asing untuk melakukan capital inflow kenegara lain di karenakan oleh persepsi positif terhadap kondisi ekonomi Negara tertentu. Maksudya adalah jika orang asing menilai ekonomi suatu Negara akan membaik, ia akan bersedia untuk mengalirkan dana/modal ke Negara tersebut,dan sebaliknya.
Dalam mengendalikan arus modal asing, menjadi tanggung jawab bersama antara bank sentral serta pemerintah. BI harus mampu mengimplementasikan kebijakan intervensi, capital controls dan sterilisasi. Karena besar capital inflows yang akan masuk ke emerging market Asia mencapai sekitar US$400 miliar, yang diantaranya sekitar US$13-15 miliar akan masuk ke Indonesia. Pemerintah memiliki pekerjaan yang tidak mudah, dengan mengefektifkan kebijakan fiskal dan kebijakan sector komoditas khususnya agrikultur.
Overheating memang menjadi penanda pertumbuhan ekonomi suatu Negara terus melaju. Sebagai konsekuensinya, tingkat inflasi juga akan merangkak naik.
Dengan demikian diperlukan kewaspadaan untuk menghadapi krisis tersebut.

Sumber :
• Martin Bagya Kertiyasa – Okezone
• Inilah.com

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s